ExploreSolo.com

Be a True Explorer with Us

Permalink Happy Sunday!!! Morning greeting for everyone from #Amed #Bali
Permalink “Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines, sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.” – Mark Twain
The photo was taken at Nda’a Island, Wakatobi
Permalink
Permalink

Pembuatan Gamelan di Desa Wirun, Sukoharjo

Salah satu tempat luar biasa yang dapat dikunjungi ketika berada di Solo yaitu adalah sentra pembuatan gamelan di desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo. Meskipun letaknya cukup jauh dari keramaian kurang lebih 10 Km dari pusat kota Solo, akses untuk menuju desa ini cukup mudah dijangkau dari berbagai arah dan kendaraan. Tidak sedikit wisatawan asing yang singgah satu atau dua malam untuk mempelajari cara pembuatan gamelan di rumah-rumah penduduk.  Dari proses peleburan, pencetakan, pemanggangan, penyeteman hingga finishing bisa kita saksikan secara keseluruhan di sini. Dari catatan, industri kerajinan gamelan di Desa Wirun sudah muncul sejak tahun 1956, dirintis pertama kali oleh Reso Wiguno. Selain karna dorongan ekonomi juga berlatar akan tradisi kebudayaan di bidang seni, hingga sampai saat ini pun sudah mengekspor ke banyak negara selain juga memiliki konsumen tetap dalam negeri. Dengan proses yang yang tidak mudah dalam sehari mereka dapat menyelesaikan satu buah gong.

Di desa Wirun setidaknya terdapat 10 perajin gamelan yang masih bertahan hingga saat ini. Karna beberapa pemilik home industri gamelan rontok, karena kondisi ekonomi yang tak menentu. Sepuluh yang masih bertahan pun saat ini kembang kempis karna tingginya harga bahan baku. Tentu harga seperangkat gamelan lengkap memang tidak main-main. Untuk membuat satu perangkat gamelan lengkap, seorang perajin harus menyediakan 1,3 ton tembaga dan 3 kwintal perunggu.Satu perangkat gamelan lengkap biasa dijual dengan harga hingga Rp 300 juta. Satu perangkat lengkap terdiri dari 26 item gamelan. Jika pesan secara eceran, misalnya gong, biaya pembuatan untuk satu gong berdiameter 77 cm bisa mencapai Rp3,3 juta. Satu gong membutuhkan tembaga bahan baku sedikitnya 20 kg, timah 6 kg dan arang bakar 15 karung.  Gamelan adalah produk yang awet, dengan permintaan yang tidak begitu besar. Celakanya, harga gamelan juga cukup tinggi. Problem tersebut biasanya rasakan para perajin. Karena itu, mereka yang bermodal cekak lebih memilih mundur teratur dan kembali menggarap sawah. “Tapi kami harus melanjutkan usaha ini. Bukan semata-mata alasan ekonomi, tapi juga karena gamelan itu warisan budaya. Kami tetap akan melestarikannya.”, tegas para perajin gamelan.

Permalink #Blacksmith #Gong #WirunVillage #Sukoharjo #Solo #Indonesia
Permalink Komodo Dragon in Komodo island. East Nusa Tenggara
Permalink Peak of Mount Kinabalu, Sabah Malaysia.
Permalink Ijen Crater, located in Bondowoso, East Jawa with the height of 2.443 meters above sea level.
Permalink Pulau Maratua, Kep. Derawan, East Kalimantan Indonesia
Permalink Pulau Pasir, Belitung.